Minggu, 14 September 2014

Kertas takdir

Penyesalan yg datang terlambat... Mengulang kembali apa yg sudah dilewati... Merasa bersalah dengan sikap ini, pada akhirnya menginginkan kisah itu kembali,
Canda tawa lepas yg pernah membekas yg selalu aku tulis sebuah kertas kisah kita.. Membuatku sedikit mengutuk sikap keras dan egoku yg pernah menyakitimu... Kubuka lembaran buku yg tertulis kebersamaan kita...  Dan menyadari bahwa kini kisah kita tidak berada di kertass yg sama lagi,. Kau dan aku kini tertulis di takdir yg berbeda...
Mengingat manisnya durasi panjang kebersamaan itu.. Membuatkku kembali menginginkan jemari ini dilengkapi oleh jemarimu...

Cover face

Aku bertemu berbagai manusia, berbagai cerita,  dan berbagai dunia yang belum pernah sekalipun aku pijaki, berbagai raut wajah dan  belasan bahkan puluhan tatap mata yg memandang ku.. Satu persatu kisah mereka kudengar.. Satu persatu membuatku menjelajahi ruang waktu masa lalu mereka... Berbagai kisah terpampang dihadapanku tidak hanya tawa bahagia.. Tidak hanya berjalan dengann mudah..  Namun ada perjuangan disana... Namun seluruhnya mampu tersenyum manis.. Sehingga tidaak ada satupun yg mampu menebak alur hembusan takdir ... 
Setiap manusia memiliki sampul wajahnya masing masing...  Namun sampul hanyalah sesuatu yg menutupi dengan indah tanpa ada yang tau dia menutupi sesuatu yg mungkin saja sudah hancur ...tapi hidup yg belum berakhir bahagia... Artinya hidup itu belum berakhir... Terserah Cover apa pun yg terpasang diwajahmu .. Asal kau tidak lupa siapa dirimu :)